Medan (Antaranews Sumut) - Kementerian Badan Usaha Milik Negara menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi untuk menerima mahasiswa yang ingin magang di BUMN. Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang digelar Kementerian BUMN dengan sejumlah pimpinan perguruan tinggi di Aula Serbaguna PT Angkasa Pura 2 Cabang Kualanamu, Kamis.

Penandatanganan MoU tersebut digelar di sela-sela pertemuan "Sharing Session Talent Mobility and People Analytics in Implementation" yang diikuti puluhan Direktur SDM seluruh BUMN di Indonesia. Adapun perguruan tinggi yang menjalin kerja sama magang bagi mahasiswanya dengan Kementerian BUMN itu adalah Institut Teknologi Del, Institut Teknologi 10 November, Politeknik Manufaktur Bandung, Politeknik Negeri Sriwijaya, Universitas Hasanuddin, Universitas Jambi, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Universiyas Sriwijaya, dan Universitas Sumatera Utara (USU).

Penandatanganan MoU tersebut merupakan lanjutan dari kerja sama yang telah dilaksanakan Kementerian BUMN dengan puluhan perguruan tinggi lain di Tanah Air. Penandatanganan MoU itu disaksikan Deputi Bidang Infrastruktur Bisnis Kementerian BUMN Hambra dan Ketua Umum Forum Human Capital Indonesia (FHCI) Herdi Harman. Rektor UMSU Dr Agussani mengaku sangat gembira dengan kerja sama tersebut karena memberikan peluang bagi mahasiswanya untuk magang di berbagai BUMN.

Kerja sama tersebut diyakini dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuan mahasiswanya sesuai dengan program studi yang diikuti. Direktur Keuangan, SDM, dan Umum Perum LKBN Antara Nina Kurnia Dewi mengatakan, kerja sama itu dimaksudkan untuk lebih mengenalkan BUMN bagi mahasiswa sebagai talenta muda yang berkualitas. Kerja sama akan memberikan kesempatan para mahasiswa Indonesia untuk magang di BUMN, sekaligus membuka peluang dalam berkarir di BUMN.

"Itu untuk mempopulerkan agar `talent-talent` bagus dapat berkiprah di BUMN," katanya.

Direktur Eksekutif FHCI Sofyan Rohidi mengatakan, berdasarkan kesepakatan, BUMN menargetkan peserta magang sebanyak 2.732 peserta pada tahun 2018, 7.268 peserta pada 2019, dan 10.000 peserta pada 2020. Namun Menteri BUMN Rini Soemarno menilai target tersebut masih terlalu sedikit sehingga meminta agar targetnya dinaikkan menjadi 20.000 peserta hingga tahun 2020.

"Kita ditantang untuk mencapai angka 20.000 itu pada tahun 2020," katanya.